Month: August 2012

Nikmatnya si Ikan Asin + Sambel di Hari Lebaran

Posted on Updated on

image

Alhamdulillah, nikmatnya hidangan ikan asin, sambel, tauco ditambah bawang goreng disantap dengan nasi hangat.

Advertisements

Sehelai Tikar Sembahyang pada Zaman Berjuang

Posted on Updated on

Catatan: Tulisan ini disadur dari Buku Musim Berganti (Sekilas Sejarah Indonesia 1925 – 1950) Karya H. Rosihan Anwar. seperti yang dituliskan oleh Rosihan Anwar pada Prakata bahwa buku tersebut ditulis tanpa ada pretensi apa-apa, tidak bersifat ilmiah, tidak bersifat sastra, semata-mata dibuat untuk kesenangan membaca dan hiburan murni. Selamat membaca.

Salam Untuk Bung karno dan Hatta

Setibanya di Stasiun Tugu Yogya, saya bergegas ke Hotel Merdeka di Jalan Malioboro. Saya Jinjing kopor pakaian dan saya kepit gulungnag tikar sembahyang. Di zaman Hindia Belanda hotel itu bernama Grand Hotel. Di zaman revolusi dia selalu penuh dengan tamu yang datang dan pergi sehingga tampaknya hotel itu kurang terpelihara. Untung, saya masih dapat kamar, walaupun harus berbagi dengan Charles Thambu, teman saya yang jadi pemimpin redaksi surat kabar berbahasa Inggris Independent di Jakarta di bulan-bulan setelah proklamasi kemerdekaan, tetapin kemudian untuk mengelakkan ditangkap oleh Belanda mengungsi ke Yogya dan di sana bekerja di Kementrian Penerangan.

Sata taruh kopor di bawah tempat tidur. Saya pergi mandi. Saya buat persiapan untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Saya terangkan tujuannya dan segera saya diberi tahu, supaya pagi itu juga pukul sebelas datang di kepresidenan. Semua berjalan lancar. Soal protokol tidak diambil terlalu berat. Bung Karno terbuka dan gampang dihubungi. Zaman berjuang waktu itu, Bung.

Menjelang pukul sebelas Soedjatmoko dan saya telah berada di kepresidenan yang terletak di seberang Benteng Vredenburgh, bekas kediaman resmi Gouverneur di zaman Hindia Belanda. Ruangan kanan di serambi muka dipergunakan untuk menerima tamu. Ketika kami masuk, Bung Karno dan Bung Hatta sudah duduk di ruangan itu. Kami bersalaman dengan kedua proklamator kemerdekaan itu sambil berkata dengan simpel tetapi akrab, “Hallo Bung.”

“Apa kabar?” tanya Presideng Soekarno

“Baik saja, Bung.”

“Kembali dari Malino, ya?”

“Ya, baru saja sampai.”

“Bagaimana ceritanya di Malino?”

Soedjatmoko yang menjadi pemimpin redaksi majalah berbahasa Belanda Het Inzicht, penerbitan kementerian Penerangan RI melaporkan kepada Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta tentang jalannya Konprensi Malino yang diselenggarakan oleh Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dr. H.J. van Mook bulan Juli 1946 dengan tujuan hendak memojiokan serta mengucilkan Republik Indonesia. Dengan memakai orang Indonesia di bagian timur Indonesia sebagai kaki tangan, Van Mook hendak menimbulkan kesan ke luar bahwa Republik yang dipimpin oleh Soekarno-Hatta hanya didukung oleh Jawa dan Sumatara saja. Soedjatmoko dan saya yang menghadiri Konprensi Malino itu sempat menyaksikan siasat Van Mook tersebut.

Tetapi tidak semuanya rakyat Indonesia Timur berdiri di belakang NICA – Belanda. Setelah selesai Konprensi Malino, Soedjatmoko dan saya diundang makan malam di rumah Mr Tadjuddin Noor di Jalan Goa, Makassar. Tadjuddin Noor seorang Republikein, seperti juga Andi Zaenal Abidin yang hadir. Di rumahnya kami berjumpa dengan beberapa pemuka Bugis, antar lain raja Suppa Muda, putra raja Bone Andi Mappanyuki yang pada saat itu diinternir oleh Belanda di Rantepao, tanah Toraja. raja Suppa Muda meminta kepada kami, agar disampaikan salamnya kepada Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. “Sampaikan salam hormat kami kepada beliau-beliau itu, dan apabila beliau-beliau bersembahyang di atas tikar ini, berdoalah bagi kami semua di sini yang tetap setia dan mendukung perjuangan Republik,” demikian pesan Raja Suppa Muda, seorang bangsawan yang tidak lama sesudah itu terbunuh dalam gerakan teror Kapten Westerling.

Surat Edaran Menakertrans Tentang Pembayaran THR dan Mudik Lebaran 2012

Posted on Updated on

Alhamdulillah beberapa hari lagi kita akan menyelesaikan Bulan Ramadhan dan menuju kemenangan di 1 Syawal 1433 H.

Tentunya bagi para Pekerja/Karyawan sebuah perusahaan ada pemasukan rutin yaitu THR untuk merayakan lebaran. Nah bagi kawan-kawan yang masih bermasalah dengan Perusahaannya mengenai THR. Berikut saya mempunyai Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja tentang THR dan Mudik Lebaran 2012 Mungkin dapat dipergunakan sebagai referensi untuk berdiskusi dengan Pengusaha serta menindaklanjuti dengan melapor kepada Posko THR Nakertrans.

Salam
Adamy

Doa Untuk Aqilla

Posted on Updated on

Aqilla aku memanggilmu

Namun sepertinya kau masih belum mengerti

Namun senyum itu sudah cukup menyadarkanku

Seperti nikmatnya sehat setelah sakit

Aqilla Azzahra doaku kepada-Nya

karnamu kini ku mengerti

Bahwa kau (semua) ini bukanlah milikku

Doa ini dibuat untuk anak saya yang cantik Aqilla Azzahra Adamy yang baru saja berumur 1 Tahun, semoga Allah SWT selalu memberikan Nikmat dan Rahmat Kepadanya, Amin.

Sekarang Aqilla sudah banyak menunjukkan kemajuan. Seperti yang terlihat pada video dibawah ini :

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2013

Posted on Updated on

Bagi para petualang atau traveler Peraturan/Keputusan Bersama tiga Menteri ini menjadi penting dibandingkan Peraturan lainnya hehe..

Silahkan dilihat disini Keputusan Bersama Tiga Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2013 bagi yang ingin membuat rencana perjalanan di tahun 2013.

Happy Traveling