Month: October 2016

Jangan Hina Agama Kami – Bukankah Agama Ini (Islam, Al Maidah Ayat 51) Disampaikan Oleh Ulama

Posted on

“Kalau Bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalo bapak ibu merasa, ga milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya gapapa”

Kalimat diatas adalah kalimat Pak Basuki Tjahja Purnama (Gubernur DKI dan Cagub DKI 2017).

Sementara kalimat dibawah ini adalah pembelaan dari pendukungnnya:

Betapa, bagi mereka yang punya rasa bahasa yang baik, kata dibohongi itu bukanlah merujuk bahwa Al Quran membohongi manusia. Melainkan, karena memang faktanya banyak yang membawa-bawa ayat yang masih terikat dengan asbabun nuzul dan zaman di mana ayat itu turun, hanya dijadikan dagangan segelintir orang untuk senjata politik saja“.

Artinya, ia sedang menohok oknum-oknum yang merendahkan Al Quran sebagai alat untuk membodohi orang-orang!”

Sumber : http://pepnews.id/2016/10/06/demi-pilgub-dki-benarkah-ahok-lecehkan-kitab-suci/

Bukankah yang menyampaikan dan mengajarkan Agama Islam ini (Al Maidah ayat 51) adalah Ulama-Ulama kita (Pewaris para Nabi)

Berikut Pernyataan saya dengan keterbatasan Ilmu saya tentunya:

  1. Terlepas dari sikap atau keputusan Parpol-parpol yang tidak konsisten dalam memajukan Calon-calon Pemimpin di Indonesia pada setiap masa dan setiap wilayah, hal tersebut tidak membuat saya jadi ragu tentang perintah Al’Quran termasuk Surah Al Maidah ayat 51 tentang memilih pemimpin yang telah dijelaskan Mayoritas Ulama.
  2. Secara tersurat Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila yang berdasarkan ketuhanan yang maha Esa, bukan Negara agama Islam (walaupun islam agama yang tuhannya Esa), namun sebaliknya Republik ini tidak pernah melarang warganya yang beragama untuk menjalankan sendi-sendi kehidupan sesuai kepercayaannya, keyakinannya atau agamanya termasuk dalam hal jika ia diminta untuk memilih pemimpin-pemimpinnya.
  3. Apa yang menjadi pembelaan Pendukung Pak Basuki Tjahja Purnama yang muslim, yang semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada setiap jiwa-jiwa mereka, kalimat “Oknum-oknum” atau orang-orang yang dijadikan “Subjek” dalam mennyampaikan atau menggunakan Surah Al-Maidah ayat 51 untuk membohongi umat islam warga DKI (kepulauan Seribu) atau menjadi bodoh (dibodohi) adalah Ulama-Ulama, karena Ulama lah yang menyampaikan dan mengajarkannya kepada umat muslim tentang ayat tersebut sampai kepada maksud dan maknanya.
  4. Yang mungkin Pak Basuki Tjahja Purnama dan (Pendukungnya yang muslim, yang semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada setiap jiwa-jiwa mereka), dalam Agama Islam, Al Quran dan Al-Hadist diturunkan melalui Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, lalu diajarkan kepada Ulama-Ulama terdahulu (Sahabat dst), dan Umat Islam mempelajarinya melalui Ulama-Ulama, karena itulah Ulama disebut Pewaris para Nabi. Begitu Islam mengajarkan.
  5. Maka mengatakan Ulama-Ulama kami telah membohongi dan membodohi umat muslim, sama juga telah menghina Agama kami dan Nabi Kami.

 

Maka melalui tulisan ini, saya katakan agar Bapak Basuki Tjahja Purnama segera meminta maaf kepada Umat Islam, dan tidak usah lagi membawa ayat-ayat suci Al Quran atau pemahaman dalam Agama Islam dalam kampanye Bapak. Biarlah hal ini menjadi urusan didalam Umat Agama Islam.

Adamy