BEBAS

SOTO BETAWI NI’MAT – KAMPUNG MELAYU

Posted on

img_20170105_122314Mampang – Siang itu lantunan lagu Kupu-kupu malam terdengar dari radio mungil di pojokan belakang sebelah sang “Chef” Warung Soto Betawi. Ya….saat itu saya sedang rehat di Warung Soto Betawi di seberang Terminal Kampung Melayu, kalau saya tidak salah, suara khas tersebut adalah suara dari biduan lawas Indonesia Titik Puspa (bukan versi Ariel :-P). Sambil menunggu makanan pesanan saya disajikan, saya ambil beberapa foto yang memang saya siapkan untuk tulisan ini. “Pak saya ambil foto ya” sahut saya meminta izin, “Ya silahkan” Pak H.Jumadi menjawab sambil mempersiapkan beberapa pesanan pelanggan. img_20170105_122320

“SOTO BETAWI”, menu yang satu ini memang salah satu menu kesukaan saya, karena selain berkuah gurih, isi dari soto betawi dapat kita pilih sesuai selera, mau Pake Daging Sapi, Paru, Babat, Kikil atau Tulang Muda….. atau mau kombinasi juga bisa, pokoknya sesuai selera kita.

 

 

img_20170105_122422

Kalau saya sih cuma pilih Daging + Paru. Nah… karena saya sukanya cuma daging sama paru, maka kalo makan Soto Betawi, satu hal yang paling penting untuk diperhatikan dengan seksama buat saya adalah “PARU”…!!! Paru harus agak kering atau jangan terlalu lembek-lembek gitu, karena saya suka sensasi garing dari parunya, hal lainnya yang juga harus diperhatikan adalah Kuah dan Daging Sapinya. Saya tidak suka yang terlalu kental kuahnya dan Dagingnya terlalu banyak lemaknya.

img_20170105_122643SOTO BETAWI NI’MAT yang konon sudah eksis sejak tahun 1950 an adalah salah satu tempat yang saya rekomendasikan bagi para “Food Hunter” yang gemar makan Soto Betawi. Warung Soto yang sudah tiga kali pindah tempat sejak tahun 1950 an itu mempunyai keunggulan dari rasa Kuah dan Paru yang Passsss, tidak over pada kuahnya dan agak kering parunya.

 

 

img_20170105_122329Selain enak, ada cerita kenangan soal SOTO BETAWI NI’MAT ini, saya seperti kembali mengingat masa kecil bersama Ibunda tersayang (Mama) jika makan disana, karena sejak tahun 1987 s/d 1997 an, saya relatif sering diajak Mama untuk makan disitu, biasanya kami mampir sehabis dari Pasar Meester atau Pasar Jatinegara atau Pasar Tenabang. Seakan lantunan lagu Kupu-kupu malam saat itu, membawa saya ke suasana 80an. Walaupun saya yakin pada tahun 80an saya tidak terlalu engeh sama lagu itu… hehe, yang saya ingat pada saat itu kayaknya lagu Ikang Fauzi…… pak si pak..pak pre man…preman….!!!.

“SOTO BETAWI NI’MAT”

  • Lokasi     : Dekat Terminal Kampung Melayu (seberang tenda Polisi)
  • Operasi   : Jam 8:00 s/d 18.00 (Selama persediaan masih ada)
  • Harga      : Soto daging + Paru + Teh Tawar Hangat Rp. 25.000

img_20170105_122501

img_20170105_122245        img_20170105_122426  img_20170105_122449

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salam Kuliner Indonesia

 

 

Damy

Advertisements

Jangan Hina Agama Kami – Bukankah Agama Ini (Islam, Al Maidah Ayat 51) Disampaikan Oleh Ulama

Posted on

“Kalau Bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalo bapak ibu merasa, ga milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya gapapa”

Kalimat diatas adalah kalimat Pak Basuki Tjahja Purnama (Gubernur DKI dan Cagub DKI 2017).

Sementara kalimat dibawah ini adalah pembelaan dari pendukungnnya:

Betapa, bagi mereka yang punya rasa bahasa yang baik, kata dibohongi itu bukanlah merujuk bahwa Al Quran membohongi manusia. Melainkan, karena memang faktanya banyak yang membawa-bawa ayat yang masih terikat dengan asbabun nuzul dan zaman di mana ayat itu turun, hanya dijadikan dagangan segelintir orang untuk senjata politik saja“.

Artinya, ia sedang menohok oknum-oknum yang merendahkan Al Quran sebagai alat untuk membodohi orang-orang!”

Sumber : http://pepnews.id/2016/10/06/demi-pilgub-dki-benarkah-ahok-lecehkan-kitab-suci/

Bukankah yang menyampaikan dan mengajarkan Agama Islam ini (Al Maidah ayat 51) adalah Ulama-Ulama kita (Pewaris para Nabi)

Berikut Pernyataan saya dengan keterbatasan Ilmu saya tentunya:

  1. Terlepas dari sikap atau keputusan Parpol-parpol yang tidak konsisten dalam memajukan Calon-calon Pemimpin di Indonesia pada setiap masa dan setiap wilayah, hal tersebut tidak membuat saya jadi ragu tentang perintah Al’Quran termasuk Surah Al Maidah ayat 51 tentang memilih pemimpin yang telah dijelaskan Mayoritas Ulama.
  2. Secara tersurat Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila yang berdasarkan ketuhanan yang maha Esa, bukan Negara agama Islam (walaupun islam agama yang tuhannya Esa), namun sebaliknya Republik ini tidak pernah melarang warganya yang beragama untuk menjalankan sendi-sendi kehidupan sesuai kepercayaannya, keyakinannya atau agamanya termasuk dalam hal jika ia diminta untuk memilih pemimpin-pemimpinnya.
  3. Apa yang menjadi pembelaan Pendukung Pak Basuki Tjahja Purnama yang muslim, yang semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada setiap jiwa-jiwa mereka, kalimat “Oknum-oknum” atau orang-orang yang dijadikan “Subjek” dalam mennyampaikan atau menggunakan Surah Al-Maidah ayat 51 untuk membohongi umat islam warga DKI (kepulauan Seribu) atau menjadi bodoh (dibodohi) adalah Ulama-Ulama, karena Ulama lah yang menyampaikan dan mengajarkannya kepada umat muslim tentang ayat tersebut sampai kepada maksud dan maknanya.
  4. Yang mungkin Pak Basuki Tjahja Purnama dan (Pendukungnya yang muslim, yang semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada setiap jiwa-jiwa mereka), dalam Agama Islam, Al Quran dan Al-Hadist diturunkan melalui Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, lalu diajarkan kepada Ulama-Ulama terdahulu (Sahabat dst), dan Umat Islam mempelajarinya melalui Ulama-Ulama, karena itulah Ulama disebut Pewaris para Nabi. Begitu Islam mengajarkan.
  5. Maka mengatakan Ulama-Ulama kami telah membohongi dan membodohi umat muslim, sama juga telah menghina Agama kami dan Nabi Kami.

 

Maka melalui tulisan ini, saya katakan agar Bapak Basuki Tjahja Purnama segera meminta maaf kepada Umat Islam, dan tidak usah lagi membawa ayat-ayat suci Al Quran atau pemahaman dalam Agama Islam dalam kampanye Bapak. Biarlah hal ini menjadi urusan didalam Umat Agama Islam.

Adamy

AKU, KK DAN KTA

Aside Posted on

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,

Lagi pingin nulis lagi, yah yang paling updated aja ya, yang saya tulis dikehidupan pribadi saya. Jadi begini ceritanya.

Awalnya Aku berkenalan dengan sesuatu sebut saja “KK” sekitar delapan tahun yang lalu di sebuah Mall di Rest Area yang berada di sebuah Jalan Tol Jabodetabek, awalnya Aku ragu, takut KK akan membawaku ke pergaulan yang tidak baik atau bahkan hanya mau memanfaatkanku saja, tapi Aku pun tergoda untuk berkenalan lebih dekat lagi dengan KK.

Setelah perkenalan itu KK selalu menawarkan uangnya untuk Aku pakai kapan saja, untuk apa saja, asal “tidak melewati batas” ujar KK kepadaku. KK juga mensyaratkan bahwa uang yang Aku pakai harus dikembalikan dalam waktu yang ditentukan disetiap bulannya, “jangan kawatir, cukup dikembalikan berapa yang dipakai saja” sebut KK lembut kepadaku, tapi KK juga bilang kalau tidak dibayar tepat waktu atau kurang, maka ada denda dan bungannya, tak besar, maksimal hanya 2-3%.

Nah kondisi terakhir membuat Aku berfikir KK pasti akan menarik keuntungan dariku, Aku sudah curiga dari awal karena banyak teman-teman yang sudah cerita bahwa banyak orang yang sudah menjadi korban si KK ini. Hmmm…. tapi sebaliknya ada juga teman lain yang berpendapat bahwa KK ini sangat baik, dapat memudahkan Aku dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari dan jika dalam waktu emergensi.

Aku jadi bingung….. memang kalau diperhatikan KK dengan koneksinya yang luas dapat memberikan Aku keuntungan-keuntungan, dan kalau Aku pakai uang dia Aku bisa dapet diskon bahkan lebih murah jika Aku bayar sendiri, bahkan si KK rela kalau Aku bayarnya dalam tempo 6,12, 18 bulan… Woooww.

Aaaahhh… cuma segitu, maksudnya kalau cuma beli HP, Kamera DSLR atau Jalan-jalan keluar negeri seharga 8-10 juta, dibagi 12 paling cuma berapa lah…. dalam hati Aku bicara.

Akhirnya Aku pun mencoba tawaran KK, kebetulan HP yang ku pakai agak tergores Chasing belakangnya, boleh lah aku ganti, lagian sudah 1 tahun lebih usiannya. Aku pakailah uang KK pada pertama kalinnya. KK pun terlihat senang dan gembira, dia mengirimkan SMS kepadaku dan mengatakan terima kasih.

Setelah transaksi itu KK sering mengirim SMS tentang informasi-informasi kenalan-kenalannya yang memiliki promo-promo atau diskon-diskon jika menggunakan uangnya. KK pun sering dan rajin mengirim email bisa 2-3 email setiap bulannya, betapa perhatiannya KK pikirku saat itu.

Bersambung……………….

Sorry We’re Closed – Berakhirnya Kalibata City Herbal Center (KCHC)

Posted on Updated on

Assalamualaikum,

Pada tulisan kali ini saya ingin memberi informasi bahwa usaha jualan Herbal di Kalibata City yang saya beri nama KCHC telah ditutup atau berkahir pada bulan Februari 2016 yang lalu. Usaha yang saya jalankan bersama teman ini harus berakhir dikarenakan ada rencana besar yang saya sedang jalankan. Jadi atas musyawarah bersama, kami putuskan usaha ini dihentikan.

Mohon maaf bagi para pelanggan KCHC, semoga muamalah yang sudah terjadi menjadi berkah dan dapat memberikan kesehatan atau manfaat yang baik buat kita semua.

Amin

 

Adamy

Kalibata City Herbal Center – KCHC

Aside Posted on Updated on

KALIBATA CITY HERBAL CENTER

Assalamu alaikum warrahmatullahhi wabarakatuh,

Kalibata City Herbal Center, adalah Toko Herbal yang berlokasi di kalibata City Square. Usaha yang dimulai sekitar enam bulan yang lalu tersebut saya mulai bersama teman saya. Setelah mencoba berbagai macam usaha, kali ini saya mencoba obat-obatan atau makanan tambahan berbahan herbal. Menurut saya masyarakat dewasa ini mulai lebih banyak yang menyukai pengobatan secara herbal, karena masyarakat sadar bahwa obat-obatan harus bersifat menyembuhkan bukan hanya menghilangkan bahkan merusak organ tubuh.

Bicara tentang Herbal sebenarnya saya sendiri belum terlalu mendalami, namun Herbal yang saya maksud disini adalah obat-obatan atau makanan tambahan yang tidak mengandung bahan dasar kimia. Pengobatan Herbal biasanya juga diindetikan dengan pengobatan Thibun Nabawi atau Pengobatan ala Nabi Sallalahu alahi wassalam. Saya sendiri dan keluarga cenderung menjalani pengobatan Herbal yang seperti ini, seperti mengkonsumsi Madu, Minyak Zaitun, Habbatussaudah, Sari Kurma, susu kambing dan makanan/minuman lainnya.

Pada dasarnya secara umum obat-obatan herbal membantu memperbaiki fungsi organ-organ tubuh, namun banyak karakteristik lainnya yang tentunya harus dipelajari fungsi dan kebutuhannya pada setiap penyakit di tubuh manusia.

Banyak buku yang memberikan referensi soal pengobatan Thibun Nabawi buku yang baru saya baca adalah yang ini

https://d4my.files.wordpress.com/2015/07/7bb32-metodepengobatannabigriyailmu.jpg?w=705

Buku Metode Pengobatan Nabi, Karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.Baiklah sekaian dahulu, nantinya kita coba bahas lebih mendalam soal Herbal ini. Terima Kasih.Berikut link Video Youtube tentang KCHC: