Uncategorized

Jangan Hina Agama Kami – Bukankah Agama Ini (Islam, Al Maidah Ayat 51) Disampaikan Oleh Ulama

Posted on

“Kalau Bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalo bapak ibu merasa, ga milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya gapapa”

Kalimat diatas adalah kalimat Pak Basuki Tjahja Purnama (Gubernur DKI dan Cagub DKI 2017).

Sementara kalimat dibawah ini adalah pembelaan dari pendukungnnya:

Betapa, bagi mereka yang punya rasa bahasa yang baik, kata dibohongi itu bukanlah merujuk bahwa Al Quran membohongi manusia. Melainkan, karena memang faktanya banyak yang membawa-bawa ayat yang masih terikat dengan asbabun nuzul dan zaman di mana ayat itu turun, hanya dijadikan dagangan segelintir orang untuk senjata politik saja“.

Artinya, ia sedang menohok oknum-oknum yang merendahkan Al Quran sebagai alat untuk membodohi orang-orang!”

Sumber : http://pepnews.id/2016/10/06/demi-pilgub-dki-benarkah-ahok-lecehkan-kitab-suci/

Bukankah yang menyampaikan dan mengajarkan Agama Islam ini (Al Maidah ayat 51) adalah Ulama-Ulama kita (Pewaris para Nabi)

Berikut Pernyataan saya dengan keterbatasan Ilmu saya tentunya:

  1. Terlepas dari sikap atau keputusan Parpol-parpol yang tidak konsisten dalam memajukan Calon-calon Pemimpin di Indonesia pada setiap masa dan setiap wilayah, hal tersebut tidak membuat saya jadi ragu tentang perintah Al’Quran termasuk Surah Al Maidah ayat 51 tentang memilih pemimpin yang telah dijelaskan Mayoritas Ulama.
  2. Secara tersurat Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila yang berdasarkan ketuhanan yang maha Esa, bukan Negara agama Islam (walaupun islam agama yang tuhannya Esa), namun sebaliknya Republik ini tidak pernah melarang warganya yang beragama untuk menjalankan sendi-sendi kehidupan sesuai kepercayaannya, keyakinannya atau agamanya termasuk dalam hal jika ia diminta untuk memilih pemimpin-pemimpinnya.
  3. Apa yang menjadi pembelaan Pendukung Pak Basuki Tjahja Purnama yang muslim, yang semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada setiap jiwa-jiwa mereka, kalimat “Oknum-oknum” atau orang-orang yang dijadikan “Subjek” dalam mennyampaikan atau menggunakan Surah Al-Maidah ayat 51 untuk membohongi umat islam warga DKI (kepulauan Seribu) atau menjadi bodoh (dibodohi) adalah Ulama-Ulama, karena Ulama lah yang menyampaikan dan mengajarkannya kepada umat muslim tentang ayat tersebut sampai kepada maksud dan maknanya.
  4. Yang mungkin Pak Basuki Tjahja Purnama dan (Pendukungnya yang muslim, yang semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada setiap jiwa-jiwa mereka), dalam Agama Islam, Al Quran dan Al-Hadist diturunkan melalui Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, lalu diajarkan kepada Ulama-Ulama terdahulu (Sahabat dst), dan Umat Islam mempelajarinya melalui Ulama-Ulama, karena itulah Ulama disebut Pewaris para Nabi. Begitu Islam mengajarkan.
  5. Maka mengatakan Ulama-Ulama kami telah membohongi dan membodohi umat muslim, sama juga telah menghina Agama kami dan Nabi Kami.

 

Maka melalui tulisan ini, saya katakan agar Bapak Basuki Tjahja Purnama segera meminta maaf kepada Umat Islam, dan tidak usah lagi membawa ayat-ayat suci Al Quran atau pemahaman dalam Agama Islam dalam kampanye Bapak. Biarlah hal ini menjadi urusan didalam Umat Agama Islam.

Adamy

Advertisements

AKU, KK DAN KTA

Aside Posted on

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,

Lagi pingin nulis lagi, yah yang paling updated aja ya, yang saya tulis dikehidupan pribadi saya. Jadi begini ceritanya.

Awalnya Aku berkenalan dengan sesuatu sebut saja “KK” sekitar delapan tahun yang lalu di sebuah Mall di Rest Area yang berada di sebuah Jalan Tol Jabodetabek, awalnya Aku ragu, takut KK akan membawaku ke pergaulan yang tidak baik atau bahkan hanya mau memanfaatkanku saja, tapi Aku pun tergoda untuk berkenalan lebih dekat lagi dengan KK.

Setelah perkenalan itu KK selalu menawarkan uangnya untuk Aku pakai kapan saja, untuk apa saja, asal “tidak melewati batas” ujar KK kepadaku. KK juga mensyaratkan bahwa uang yang Aku pakai harus dikembalikan dalam waktu yang ditentukan disetiap bulannya, “jangan kawatir, cukup dikembalikan berapa yang dipakai saja” sebut KK lembut kepadaku, tapi KK juga bilang kalau tidak dibayar tepat waktu atau kurang, maka ada denda dan bungannya, tak besar, maksimal hanya 2-3%.

Nah kondisi terakhir membuat Aku berfikir KK pasti akan menarik keuntungan dariku, Aku sudah curiga dari awal karena banyak teman-teman yang sudah cerita bahwa banyak orang yang sudah menjadi korban si KK ini. Hmmm…. tapi sebaliknya ada juga teman lain yang berpendapat bahwa KK ini sangat baik, dapat memudahkan Aku dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari dan jika dalam waktu emergensi.

Aku jadi bingung….. memang kalau diperhatikan KK dengan koneksinya yang luas dapat memberikan Aku keuntungan-keuntungan, dan kalau Aku pakai uang dia Aku bisa dapet diskon bahkan lebih murah jika Aku bayar sendiri, bahkan si KK rela kalau Aku bayarnya dalam tempo 6,12, 18 bulan… Woooww.

Aaaahhh… cuma segitu, maksudnya kalau cuma beli HP, Kamera DSLR atau Jalan-jalan keluar negeri seharga 8-10 juta, dibagi 12 paling cuma berapa lah…. dalam hati Aku bicara.

Akhirnya Aku pun mencoba tawaran KK, kebetulan HP yang ku pakai agak tergores Chasing belakangnya, boleh lah aku ganti, lagian sudah 1 tahun lebih usiannya. Aku pakailah uang KK pada pertama kalinnya. KK pun terlihat senang dan gembira, dia mengirimkan SMS kepadaku dan mengatakan terima kasih.

Setelah transaksi itu KK sering mengirim SMS tentang informasi-informasi kenalan-kenalannya yang memiliki promo-promo atau diskon-diskon jika menggunakan uangnya. KK pun sering dan rajin mengirim email bisa 2-3 email setiap bulannya, betapa perhatiannya KK pikirku saat itu.

Bersambung……………….

Kalibata City Herbal Center – KCHC

Aside Posted on Updated on

KALIBATA CITY HERBAL CENTER

Assalamu alaikum warrahmatullahhi wabarakatuh,

Kalibata City Herbal Center, adalah Toko Herbal yang berlokasi di kalibata City Square. Usaha yang dimulai sekitar enam bulan yang lalu tersebut saya mulai bersama teman saya. Setelah mencoba berbagai macam usaha, kali ini saya mencoba obat-obatan atau makanan tambahan berbahan herbal. Menurut saya masyarakat dewasa ini mulai lebih banyak yang menyukai pengobatan secara herbal, karena masyarakat sadar bahwa obat-obatan harus bersifat menyembuhkan bukan hanya menghilangkan bahkan merusak organ tubuh.

Bicara tentang Herbal sebenarnya saya sendiri belum terlalu mendalami, namun Herbal yang saya maksud disini adalah obat-obatan atau makanan tambahan yang tidak mengandung bahan dasar kimia. Pengobatan Herbal biasanya juga diindetikan dengan pengobatan Thibun Nabawi atau Pengobatan ala Nabi Sallalahu alahi wassalam. Saya sendiri dan keluarga cenderung menjalani pengobatan Herbal yang seperti ini, seperti mengkonsumsi Madu, Minyak Zaitun, Habbatussaudah, Sari Kurma, susu kambing dan makanan/minuman lainnya.

Pada dasarnya secara umum obat-obatan herbal membantu memperbaiki fungsi organ-organ tubuh, namun banyak karakteristik lainnya yang tentunya harus dipelajari fungsi dan kebutuhannya pada setiap penyakit di tubuh manusia.

Banyak buku yang memberikan referensi soal pengobatan Thibun Nabawi buku yang baru saya baca adalah yang ini

https://d4my.files.wordpress.com/2015/07/7bb32-metodepengobatannabigriyailmu.jpg?w=705

Buku Metode Pengobatan Nabi, Karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.Baiklah sekaian dahulu, nantinya kita coba bahas lebih mendalam soal Herbal ini. Terima Kasih.Berikut link Video Youtube tentang KCHC:

Doa Mendapatkan Anak Shaleh

Posted on

Mutiara Doa dari AlQuran dan AsSunnah

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
[Rabbi hablii minashshaalihiina]
“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

(QS. Ash-Shaaffat: 100)

View original post

Doa Memohon Ilmu, Rizki, dan Amalan yang Barokah

Posted on

Mutiara Doa dari AlQuran dan AsSunnah

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma inni as aluka ‘ilman naafi’aa wa rizqan toyyibaa wa ‘amalan mutaqabbalaa

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.”
(HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)

View original post