cerita

AKU, KK DAN KTA

Aside Posted on

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,

Lagi pingin nulis lagi, yah yang paling updated aja ya, yang saya tulis dikehidupan pribadi saya. Jadi begini ceritanya.

Awalnya Aku berkenalan dengan sesuatu sebut saja “KK” sekitar delapan tahun yang lalu di sebuah Mall di Rest Area yang berada di sebuah Jalan Tol Jabodetabek, awalnya Aku ragu, takut KK akan membawaku ke pergaulan yang tidak baik atau bahkan hanya mau memanfaatkanku saja, tapi Aku pun tergoda untuk berkenalan lebih dekat lagi dengan KK.

Setelah perkenalan itu KK selalu menawarkan uangnya untuk Aku pakai kapan saja, untuk apa saja, asal “tidak melewati batas” ujar KK kepadaku. KK juga mensyaratkan bahwa uang yang Aku pakai harus dikembalikan dalam waktu yang ditentukan disetiap bulannya, “jangan kawatir, cukup dikembalikan berapa yang dipakai saja” sebut KK lembut kepadaku, tapi KK juga bilang kalau tidak dibayar tepat waktu atau kurang, maka ada denda dan bungannya, tak besar, maksimal hanya 2-3%.

Nah kondisi terakhir membuat Aku berfikir KK pasti akan menarik keuntungan dariku, Aku sudah curiga dari awal karena banyak teman-teman yang sudah cerita bahwa banyak orang yang sudah menjadi korban si KK ini. Hmmm…. tapi sebaliknya ada juga teman lain yang berpendapat bahwa KK ini sangat baik, dapat memudahkan Aku dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari dan jika dalam waktu emergensi.

Aku jadi bingung….. memang kalau diperhatikan KK dengan koneksinya yang luas dapat memberikan Aku keuntungan-keuntungan, dan kalau Aku pakai uang dia Aku bisa dapet diskon bahkan lebih murah jika Aku bayar sendiri, bahkan si KK rela kalau Aku bayarnya dalam tempo 6,12, 18 bulan… Woooww.

Aaaahhh… cuma segitu, maksudnya kalau cuma beli HP, Kamera DSLR atau Jalan-jalan keluar negeri seharga 8-10 juta, dibagi 12 paling cuma berapa lah…. dalam hati Aku bicara.

Akhirnya Aku pun mencoba tawaran KK, kebetulan HP yang ku pakai agak tergores Chasing belakangnya, boleh lah aku ganti, lagian sudah 1 tahun lebih usiannya. Aku pakailah uang KK pada pertama kalinnya. KK pun terlihat senang dan gembira, dia mengirimkan SMS kepadaku dan mengatakan terima kasih.

Setelah transaksi itu KK sering mengirim SMS tentang informasi-informasi kenalan-kenalannya yang memiliki promo-promo atau diskon-diskon jika menggunakan uangnya. KK pun sering dan rajin mengirim email bisa 2-3 email setiap bulannya, betapa perhatiannya KK pikirku saat itu.

Bersambung……………….

Advertisements

“Rambutan – it’s so much fun”

Posted on

Setiap berkunjung ke Bogor atau lebih tepatnya Ciawi, tempat mertua pasti hal yang gak pernah terlewat adalah melihat tanaman-tanaman di halaman depan rumah. Halaman rumah berikut teras di sana penuh dengan tanaman, dari tanaman hias sampai buah-buahan. Emang untuk hoby yang satu ini mertua gw kayaknya gak becanda atau maen. Setiap gw dateng itu tanaman hias…. ck..ck..ckย ย  hijau mengkilat semua daunya terus gede-gede dan seger-seger. Semua tanaman hiasnya tersusun rapih di berbagai macam model pot.

Tapi pada hari itu, tepatnya tanggal 4 January kemarin mata gw tertuju pada pohon rambutan yang ada di sebelah kiri rumah. Wow…. warna merah menarik muncul dari dominasi hijau dedaunan pohon rambutan itu. Tanpa panjang lebar, namun diawali mukadimah dengan mertua perlahan langkah gw menuju pohon itu. Biar tambah asik gw ajak penggila rambutan yang mana adalah istri gw ๐Ÿ™‚ , “sayang ambilin dong yang diatas, yang merah-merah” kata istri gw. Hah… dia kira gw mau ngambil yang masih hijau apa. “Iya sayang, gw juga mau ambil yang itu” gw berlagak baik, hehe….!!!

Setelah mencicip rambutan tadi, Mrs.mertua datengin gw yang masih sama istri gw di sekitar pohon rambutan, “Enak nih rambutannya, campuran rambutan aceh sama rapiah” kata Mrs.mertua sama kita. Hmm… rambutan Rapiah campur rambutan Aceh, masa iya sih.. kalo rambutan rapiah yang gw tau buahnya “cepak” tapi yang ini kok nggak.

Tuh liat aja, jelas kan ini mah bukan rambutan rapiah. Masa rambutnya gondrong dibilang rapiah. Tapi istri gw gak ambil pusing mau Rapiah kek…, Aceh kek… asal enak, manis dan ngelotok udah cukup sempurna alasan untuk makan rambutan. Liat aja difoto kiri, dia masih metik aja tuh… hehehe luv u sayang.

“sayang-sayang liat nih, bener kata nyokap ini pohon campuran” teriak istri gw. Wah bener juga nih.. hihi, liat aja setengah gondrong dan setengahnya lagi botak. Wah asik juga nih pohon rambutan, pantes aja manisnya kayak Rapiah, ukurannya gede kaya Rambutan Aceh.

Kayaknya bagus juga nih di ambil bibitnya.. buat dirumah sayang……

hehe…

Wasalam